SYAKAL DAN I’JAM Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Al-Qur’an Dosen Pengampu: Bpk. Dr. Imam Muhsin Disusun Oleh: Ahmad Ni’am Shidqi 09120061 JURUSAN SEJARAH DAN KEBUDAYAAN ISLAM FAKULTAS ADAB UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2010 BAB I PENDAHULUAN Sejak turunnya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sampai kepada kita telah mengalami perubahan dari segi pengumpulannya. Pada masa Rasulullah mungkin cenderung hafalan dan tulisan, dimana para sahabat lebih kuat dalam hafalannya. Nabi menganjurkan supaya Al Qur’an itu dihafal, dibaca selalu, dan diwajibkan membacanya dalam sembahyang. [1] walaupun pada masa ini ada pembukuan tapi tidak begitu gencar. Pada masa Khulafaurrasyidin terjadi penu...
Bung, Saya terhanyut. Nurmala Kartini Pandjaitan atau Kartini Sjahrir atau Ker begitu piawai mendedahkan kisah kalian. Pada 1968, perkenalan itu terjadi. Ker masuk sebagai mahasiswa baru Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Antropologi, sementara dirimu adalah “mahasiswa tua” jurusan Sejarah di fakultas yang sama. Orde Lama telah runtuh, Orde Baru tengah menata diri. Ker mengaku, saat itu, ia merasa terbebaskan diri dari kekangan aturan-aturan kaku sekolah katolik di Santa Ursula. Di kampus, ia bertemu dirimu, Soe Hok-gie, yang segera mengajak menjelajahi kehidupan mahasiswa yang begitu dinamis. Pernahkah dulu ia menyatakan hal ini? Empat puluh tahun setelah kematianmu, Ker menuliskannya dalam Soe Hok-gie…Sekali Lagi . Ya, ini sebuah kitab yang diterbitkan untuk memperingati lima windu kepergianmu. Sejumlah orang ikut menyumbang tulisan. Termasuk, aktor Nicholas Saputra dan sineas Riri Riza. Dua sosok ini belum lahir saat dirimu meregang nyawa di puncak Gunun...
Ini kutulis minggu pagi sayang. Jika hari biasanya aku tentu tak bisa bangun siang. Karena pagi sudah mulai beraktifitas. Aktifitasku yang tak penting. Kau tentu lebih suka aku bangun pagi kan? Biar olahraga dan sehat. Kata orang, bangun pagi rezekinya gampang. Amin. Tapi hal itu tidak kuterapkan ketika minggu datang. Biasanya aku akan menghabiskan malam hingga subuh kemudian bangun ketika dzuhur berkumandang. Itu kuanggap sebagai sebuah hadiah untuk jiwaku yang lain. Jiwa yang tak pernah menikmati pagi. Hanya dalam mimpi. Namun, rencana itu gagal. Semalam sehabis isya' aku ada teman baru dari Gorontalo. Kapan-kapan kita kesana sayang. Berkunjung kerumah teman baruku ini dan tentunya travelling. Meskipun kau tak begitu suka travelling. Temanku tadi selepas Isya' mengajak berputar-putar di kota baru ini. Melihat malam. Malam minggu tepatnya. Tepat jam 11 malam aku sudah kehabisan tenaga menuruti semangatnya. Sampai kos langsung tidur dan akhirnya gagal. Aku gagal bangun siang ...
Komentar