Cinta ala Erick Fromm
*** Perlu sekiranya diketahui, bahwa Erick adalah murid dari Sigmund Freud. Namun tak sedikit yang tidak sependapat dan juga mengkritik guru. Meski belakangan banyak yang mengkritik Freud. Salah satunya adalah kecenderungan psikoanalisis Freud yang cenderung selalu kembali dan bermuara pada selangkangan, ya, seks. Erick juga memiliki pemikiran psikologi sosialnya sendiri. Seperti contoh ketika laki-laki sendiri dipastikan tidak akan berani menggoda atau catcalling kepada seorang perempuan. Namun jika bergerombol pasti akan saling bersahut-sahutan menggoda diantara sesama laki-laki. Pun dengan kematian. Jika seseorang ditemukan mati di belakang rumah, sudah bisa dipastikan satu desa akan ramai memperbincangkan. Namun berbeda ketika situasi perang, mayat tergeletak diman-mana tak ada yang menghiraukan. Kembali kepada pemikiran tentang cinta-nya Erick Fromm. Saya awali dengan sebuah pertanyaan penting dan sulit, apakah itu cinta? Silahkan bayangkan jawabannya sembari pelan-pelan memahami...