Postingan

Tentang Menjadi Kebahagiaanmu?

Apabila aku tak mampu membuatmu tersenyum, dan orang lain bisa lebih membuatmu bahagia daripada saat bersamaku, aku bisa apa, Ketika kamu bertemu seseorang yang mampu membuatmu lebih tenang dan bijaksana dalam menghadapi gelapnya permasalahan hidup, sedangkan aku hanya mampu berdo'a. Mungkin itu yang memang benar-benar kamu butuhkan. Seseorang dengan cinta yang terlanjur keras kepala kepadamu. Sedangkan aku hanya bisa memperhatikanmu dari kejauhan setelah kamu memilih pergi. Kamu memang selalu benar, seolah-olah mengerti apa yang akan terjadi apabila terus bersamaku. Ya, kamu memang tak pernah membutuhkanku. Kamu butuh orang yang mencintaimu dengan keras, menyayangimu dengan jujur dan tentu saja keras kepala untuk membahagiakanmu. Kamu mungkin memilih seseorang yang mampu membuatmu bersyukur tiada terkira karena keberadaanya membuatmu merasa dicintai. Seseorang yang rela membangunkanmu di pagi hari dengan sepiring nasi goreng telur ceplok dan kopi kental kesuka...

Pulang Merelakan

" Getting used to your absence is hard,  And getting used to your presence is even harder" Nizar Qabbani   Apa cara terbaik untuk merelakan? mungkin salah satunya adalah berpisah. Namun ini bukan perkara mudah, sesulit menyebutkan personil Maroon 5 selain Adam Levine. Perpisahan itu sendiri bukan perkara sederhana, yaitu dengan menyebut pamit untuk pergi. Labih dari itu, perpisahan adalah hal yang sudah pasti datang dan kita berusaha sekuat tenaga untuk menolaknya. Pilihan dari sebuah perpisahan adalah kita menjadi makhluk yang ditinggalkan, dilupakan atau digantikan. Ketiga itu adalah benar-benar perkara kepalang biadab perihnya. Perpisahan adalah sebuah kenisacayaan hidup tentang apa itu sebenarnya kehilangan. Pun demikian dengan cinta, pertemuan, persahabatan, bahwa kita pernah saling cinta dan sekarang tidak sama sekali, itu semua mengajarkan bahwa tak ada yang benar-benar abadi di dunia ini. Kita pernah saling memiliki, saling cinta, saling b...

Surat Untuk Gadisku

Hai mb, mb yang cantik baik dan karismatik. Aduh, aku bingung harus memulai dari mana. Sebelum jemari ini belum tahu akan dipinta otak dan perasaanku untuk menulis surat untukmu mb, kata dahsyat, romantis, termehek-mehek dan melankolis bercucuran serta bergentayangan mb. Namun, setelah akan dieksekusi, pikiranku menajdi ambyar tak karuan. Seperti halnya ketika anak-anak SMA akan memegang tangan pacarnya, rasa-rasanya tak karuan, dentuman jantung mungkin saat itu dirasa lebih dahsyat dari bom atom Hirosima-Nagasaki. Baiklah, mungkin mb bingung. Kok tiba-tiba mendapati surat ini. Toh aku siapa? Aku mah apa atuh, hanya rebelan gorengan yang tak pernah dihiraukan dan akan pasti dibuang tak termakan. Kita saling kenal kok, aku yang selalu memperhatikanmu kemudian lamat-lamat mengagumi dan karena saking lamanya memendam rasa kagum menjadikan diri ini jatuh cinta. Kita satu kampus, satu fakultas dan mungkin juga satu jurusan namun beda angkatan. Dengan ke-diri-anmu it...

Mereka yang Layak Dikejar di Tahun 2015 (Part 2-habis)

Seperti yang sudah saya (mungkin) janjikan. Berikut adalah lelaki paria yang mau diapakan juga pun sudah kehabisan cara untuk mengatasi kesepian. Mungkin dengan seolah alasan kesibukan mereka dengan kegiatan masing-masing adalah murni sebuah alibi saja. Tentang kesepian dan kebosanan ke-jomblo-an mereka tidaklah bisa ditutup-tutupi lagi. Langsung saja, lelaki yang sangat pantas untuk dikejar dan mungkin memang tidak begitu memiliki keahlian mengejar ini setidaknya cukuplah untuk membuat para perempuan bahagia. Mereka mempunyai jalan masing-masing, meskipun kesunyian adalah teman karibnya. 6. M. Mas'udi Rahman Mana pernah Mas'ud itu menaruh marah pada seseorang, mungkin saja saya tidak tahu. Namun kebersamaan saya dengan beliau bukan dalam waktu singkat. Terlampau berkarat dan lumayan lama. Lima tahun lebih saya secara pribadi dan finansial tentu saja merepotkan pria asli Nologaten belakang Ponpest Wahid Hasyim ini. Tak tersirat menaruh kebencian...

Mereka yang Layak Dikejar di Tahun 2015 (part 1)

Selain kematian dan ibu, salah satu yang membuat saya sangat melankolis adalah sahabat-sahabat saya mempunyai pacar kemudian menikah. Ketiga moment tersebut tak pernah gagal membuat mata saya berkaca-kaca. Namun sepertinya semua akan gagal melihat nasib teman-teman saya yang belum kunjung mendapatkan pasangan. Teman-teman saya ini adalah lelaki normal seperti kebanyakan orang. Mereka adalah nama lain dari kehebatan dalam arti tersendiri. Mungkin jika melihat sekilas, mereka terlihat seperti lelaki biasa. Namun, jika kalian mengetahui kelebihan mereka dan anda seorang perempuan normal, pasti akan tergila-gila. Benar-benar tergila-gila dalam arti sebenarnya. Ada seorang penulis, melankolia dan penyair. Ada juga guru dan mapan. Namun pertanyaannya sekarang, kenapa mereka masih saja tak punya pacar? Sungguh sangat misterius sekali. Beberapa di bawah ini adalah lelaki harapan bangsa dan tentu saja memiliki masa depan cerah. Anda termasuk perempuan yang sudah ...

Apresiasi Awal Tahun

Oh, iya ini adalah awal tahun. Selamat meyakini resolusi yang kalian buat. Semoga tak muluk-muluk dan masuk akal tentu saja. Aku juga tidak akan menyindir bahwa betapa brengseknya berharap. Namun apa salahnya apabila berharap, toh ada pepatah -manusia yang berencana, Tuhan yang memutuskan-. Selamat lagi buat kalian yang masih memiliki harapan (setinggi langit yang tak mungkin) segera terkabul. Pertama, (kenapa bilang pertama? Toh aku tidak yakin ada yang kedua atau ketiga, Niam lanjutkan! Siap) ini hanyalah tulisan serampangan dan alternative (semacam modus eksistensi) dari tulisan panjang yang sayangnya hanya ada dalam imajinasi saja. Let Me Live That Fantasy, lho malah nyanyi Lorde-Royals. Awalnya bakal lahir tulisan yang maha dahsyat muncul di blog pribadi dan rahasiaku ini dengan judul “Cacatnya Akhir Tahun serta Awal Tahun yang Biasa-Biasa Saja”. Seperti diawal aku bilang, hanya sukses dalam imajinasi saja, konsep sudah ada. Isinya? (seharusnya, jika jadi) ...

Hi Desember...

Aku menatap nanar musuhku, suaraku penuh tenaga dan menggelegar, memukul-mukul udara gemetar. Gumpalan amarahku tumpah. Penderitaan dan rasa terhina tak bisa lagi ditakar. Jalan satu-satunya adalah melawan. “ Adalah aku...” Sontak wajahku berubah kelam dan berlipat. Garis-garis wajahku menajam menjadi pahit yang digenangi sungkawa. Tiba-tiba suasana menjadi hening, mendadak semua menjadi cair, menguap diudara. Aku menggigil, tulangku linu dan rasa sakit berkelindan menjadi satu. Aku masih saja tertatih-tatih mengemasi kecemasanku, sebelum lembayung senja menyergapnya. “Aku ingin hentikan waktu, akan kucegat, tapi sepertinya sia-sia...” Suaraku menembak udara. Lagi-lagi aku benar-benar terkulai balai. Garis-garis sinar matahari menerobos lubang angin rumah dan menjelma menjadi tombak tajam yang siap merajam tubuhku. Aku menggeliat, lalu kecemasan kembali menyergap. Kenangan pahit telah jebol dan berkeping-keping seiring rajaman waktu menajam. Aku bangk...