Postingan

The Second

N o mighty is in violence. To whoever it is . If you a re gentleman then you feel powerful and great because of hurting women, there is something wrong in your humanity. You probably born from a rock, perhaps you are born ed from the womb of man. I a m not talking about morality or norm. I a m talking about how human should be treated. How you treat others is a reflection of how life is tought . You could be similar animals which just can be down and work, or you are like barbaric animals wh ich want to prey on, or you could act like a doing human . Honor and respect the sovereignty of another human body as you want to be appreciated and respected as living beings. But of course not all of men want to behave like a human. Or not all of men think like human. M ore of us are no t better than a pig eating and sleeping, or rodent mice and intercourse. Human beings who have to live like a lonely dirt. Odor, rancid and disturbing. But these men c an appear noble. C...

The First

You can fall in love. Preparing excitement, let the feathers of a butterfly wings in your stomach falls scattered. Keep it as happiness without pause. You can do it. Make people love you. Being concerned about you. Being stunned and stupefied with all the smiles and simplicity that you have. You can. I know it, you have a heart as big as the ocean and inventiveness as the sun in August. Emanating h ubbub is without hatred. You can fall in love. You can always fall in love. But you're hard to hate. I do not know, or probably in the fact I never really knew you. I might just pretend to know. You and I are actually tha foreigners who kept secrets each others . You can fall in love. With all the joy that fell from the glass of lemonade is which holds the honey, lemon and ice cubes in the blistering cold. Or it could be a glass of hot tea with ginger and a bowl of meatballs which you really like. Perhaps this longing. Perhaps this is just a mere emptiness. Perhaps it is bot...

The Silence is A Wound

The silence is extremely terrible. It uproots the contents of your chest then throws it on the sidewalk like a piece of unwanted babies. When The silence comes, you try to survive desperately. It Tries to find anyone who may help to fulfill the void. Slowly, the silence has been making you enjoy at home, makes you familiar and makes you as comfortable with that all of solitude. You are made alone, fear, doubt, worry and then the panic is forced to realize that you are alone. Do You know? There is no wound which can not heal, it leaves a mark, but it can be healed. Maybe you are going to feel the pain occasionaly. The Happiness is not the grace of god. it is the result of the mathematical equations too simple to understood the philosophy. The Virtue is anywhere. You just need to be nice and have common sense and is not too much to think. I incubate a wound dear. and later, if it hatches to give you happiness. My prayer is simple, i hope you never feel tired to happ...

Cerpen - Owo lan Owi

Pak Owo dan Pak Owi adalah kakak adik. Meskipun bukan dalam arti yang sebenarnya, mereka bukanlah saudara kandung, tapi Pak Owo dan Pak Owi pernah bersahabat baik serta berpasangan untuk sebuah misi. Misinya yaitu bersiap menggantikan posisi kepala desa Indobolon. Namun, setelah dua periode Kepala desa Indobolon, yaitu Pak Bey akan berakhir. Pak Owo dan Pak Owi tak lagi menjadi saudara seperti sebelum-sebelumnya. Kami pun warga desa dibuat tak menyangka atas sikap keduanya. Sekarang, tahun 2014 Pak Owo dan Pak Owi bersaing, berebut, saling sikut untuk menggantikan posisi Pak Kades Bey yang sifatnya sedikit cengeng. *** Di desa kami, segalanya serba melimpah. Pertanian terhampar luas, padi berlimpah. Tapi sejak sebelum Pak Bey jadi kades, yaitu semenjak Pak Har memimpin sangat lama, tiga-puluhan tahun. Beliau lebih suka membeli beras dari luar desa, memproyekkan segalanya, menyerahkan tambang-tambang yang ada di ujung timur desa kami, yaitu tambang emas. Entahlah, apa ...

Cerpen - Malam Merindu

Kembali aku buka memori. Tentang aku dan kamu. Dimana kita bertemu dan disatu padankan dalam sebuah janji. Yang kita ukir bersama penuh sakral melalu ikatan jari kelingking. Pertanda keseriusan dan tak ada kata main-main. Di atas tebing yang teramat tinggi. Yang mana di bawah ada sungai berair biru langit. Entah arusnya deras atau tidak, kita hanya menebak, karena dari ketinggian tak terlihat. Pada hari itu, aku tak jemu di dekatkan dengan dirimu. Mendengar suara-suara terkecil darimu. Senyum dan sesekali sebalmu malah membuatmu terlihat semakin cantik. Benar-benar cantik. Dalam balutan kerudung putih nan tipis membalut rapi membungkai manis indah dan wajah manismu. Balutan penghangat tubuhmu itu berwarna pink. Apapun yang kau kenakan hari itu, teringat betul dalam memoriku. Kau sangat manis sayang. Mendengarkan ceritamu. Sesekali membuatmu sebal. Kemudian bercerita lagi di mulai dari hal paling temeh sekalipun sampai hal terpenting: janji kita. Janjimu sayang....

Warung Keparat Mahal: Perasaan Yang Sama.

Pagi ini, kebetulan aku sarapan. Sebenarnya tidak sarapan juga, lebih tepatnya sarapan menjelang siang. Tapi bukan itu intinya yang akan aku ceritakan. Bukan juga kepalang mahalnya makanan yang kudapi saat itu. Bukan. Ya, meskipun dalam sempat mengumpat. Gila juga memang, makanan seperti itu mahal sekali. Mentang-mentang tempatnya nyaman untuk mengobrol sampai mati. Jadi seenaknya saja melabeli harga setinggi langit. Anehnya juga, warung cukup ramai. Teramat ramai malah. Nah, jadi bahas masalah warung. Aku bertemu dengan karibku di sana. Teman lama tentunya, kita slaing mengenal kurag lebih sepuluh tahun. Aku kira itu waktu yang cukup untuk mengenalnya dengan baik. Dan terlebih juga, aku pernah singgah dan melewati beberapa kota lain bersamanya. Aku tak menyangka bertemu dia di warung keparat mahal itu. Toh, aku juga sedang dalam perjalanan. Dan bertemu dengan teman lama di sebuah kota perjalanan adalah sesuatu yang cukup menyenangkan. Setidaknya kita tidak sendiri. ...

Cerpen - Gegara Isteriku Terbunuh

Tepat tiga tahun yang lalu, di simpang lima. Isteriku, dalam keadaan hujan lebat dan sedikit terburu. Dia meninggal dunia saat mengendarai mobil, ia menghindari seekor anjing yang tiba-tiba muncul di tengah jalan. Gegara itu, mobil terpelanting dan seketika itu mobil berkelok menghantam tiang listrik yang cukup besar. Isteriku terhimpit di antara tiang dan ringsekan mobil. Begitulah kata pengantar buku pertama setelah isteriku meninggal. Aku sempat menghilang selama tiga tahun guna menghibur diri sendiri. Aku begitu sangat mencintainya dan dia parahnya sedang mengandung putera kami yang pertama, umur kandungannya hampir empat bulan. Kami sangat mengharapkan kehadiran putera kami, mungkin juga seorang perempuan. Itu bukanlah masalah. Buku pertamaku itu adalah semacam pergulatan diri, berbagai pemikiran dan kegelisahan selama menahun aku hadapi. Tiga tahun bukanlah waktu yang mudah untuk dilalui. Dilalui oleh orang pesakitan, siapa yang akan menyangka.