Postingan

Lalu Kamu?

Aku mencarimu dalam tiap pijakan kaki di kala aku membutuhkan kuat langkahmu untuk merenda jalanku Mencarimu di sela-sela jariku di saat kuinginkan erat genggamanmu guna menguatkan akan gundahku Engkau tak ada dalam dekapku ketika aku membutuhkan rengkuhmu untuk melawan dinginku dengan pelukmu Dalam ucap bibirku aku mencarimu ketika pagutan doa pada setiap sujudku sebuah aminmu pada semua inginku Bahkan kau tak bersemayam dalam damaiku ketika aku benar-benar ingin pejamku untuk merengkuh tidur mimpiku Aku mencarimu, benar-benar mencarimu mungkin engkau sudah ada padaku Menjadi kita Hingga tak perlulah aku menanyakan dimana beradamu

Semacam Luka Yang Tak Tuntas : Sebungkus Pesan

Aku salah satu orang yang paling malas mengingat sebuah goresan bernama luka. Mungkin sebagian orang tanpa menyadari mengartikan bahwa “luka” ada untuk diingat, dihujat dan menjadi sebuah kenangan yang mana dengan sekuat tenaga ingin menghapusnya justru malah semakin membekas dalam. Tidak demikian denganku, aku adalah lelaki yang tak pernah memelihara luka lebih lama dari hitungan menit ataupun detik. Bagiku luka adalah salah satu hal remeh yang diciptakan manusia itu sendiri yang beranak dari perasaannya yang tak sesuai. Andaikan tak ada perasaan, mungkin kita tidak akan dilahirkan untuk merasakan luka dan memeliharanya. Meskipun aku tak percaya luka, tetapi banyak sekali peradaban di dunia ini yang berawal dari luka. Mungkin Polandia akan tetap menjadi jajahan Jerman dan tak kunjung mendapat kemerdekaan apabila tidak disulut oleh luka yang diberikan dari seorang Hitler. Kita juga tak akan melihat Muhammad Ali Jinnah membentuk negara sendiri apabila ia tak diberi luka ...

Saja

Untuk perempuan berkacamata dibalut kerudung kuning malam itu, jarak mata ini memandang. sesimpul senyum terpendar dari bibir manis ronamu, lesung pipimu membentuk sempurna kala itu tawamu adalah sebuah pesan lain di gemuruh malam itu, panas Paras wajahmu, melambangkan sebuah keceriaan mendalam keceriaan yang peduli akan kepedihan sekalipun sesekali simpul mengembangmu menjadi resah resah bagi siapa saja yang memandangimu sebuah ingatan yang lalu Namun aku percaya pada malam itu, kamu adalah satu-satunya alasan yang tepat kenapa rembulan harus bersinar indah malam ini. aku tidak akan mengatakan dirimu begitu cantik cukup manis saja. karena manis tidak mengajariku sebuah kata bosan manis selalu bertutur padaku bahwa ia adalah nama lain dari kebahagiaan. Bukankah bahagia itu mudah, sayang bukankah bahagia itu indah dan selalu manis dan kau adalah pemaknaan kebahagianku yang lain. di ujung meja pojok kafe disana, When I Was Your M...

Ulasan Bodoh Liga Champions Pagi Ini, 3 Oktober 2013

saya masih bingung untuk mengambil sikap seperti apa ketika melihat hasil pertandingan dini hari tadi. Jujur saja, saya sebagai Madridista tentu saja bahagia karena papan skor berkahir sesuai selera. Meskipun ada sedikit luka dan salah perkiraan perihal pertandingan Man.City vs Bayern Munich dan apa yang terjadi dengan Man.Utd, bagaimanapun juga bapak saya adalah mancunian dan saya awalnya adalah seorang mancunian dan juventini. Tetapi tahun ini, saya sudah meneguhkan hati untuk menjadi Madridista dengan kesadaran tinggi totalitas penuh. Seperti diawal, ini adalah ulasan bodoh pertama yang mampir di blog aneh saya. Jadi silahkan sepakat ataupun justru mencaci, jujur saja saya memang bukan pengamat bola seseungguhnya. Tetapi percayalah, saya mencintai sepakbola seperti saya mencintai seorang perempuan yang sanggup menjadi gila dan aneh. 1. Manchester City (1) vs (3) Bayern Munich Entahlah, duo Manchester memang sedang mengalami masa-masa buruk,

Merayakan dengan Tidur

Saya sekedar mencari alasan untuk tidak percaya pada kejujuran yang tak terlihat, nilai-nilai ciptaan asumsi khalayak, bentuk-bentuk ideal, tentang rasionalitas dan kebenaran. Saya adalah orang yang sedang meringkuk dalam cengkeraman kegelisahan yang buas, dan kerasukan semangat keraguan yang menderu-deru, percayalah bahwa saya bukanlah sekedar pledoi-pledoi untuk atasi realita yang ada, saya hanya... 1 Syawwal, apapun tahunnya, menjadi tidak begitu penting dalam ingatan saya. Ya, Idul Fitri, Hari besar dimana pada hari itu puasa menjadi haram dilakukan, entah alasannya apa yang jelas itu perihal dogma dan saya malas membahas dan mempertanyakan hal itu. Kenapa kita tidak mulai dengan hal yang dekat dan sebenarnya kita menjalaninya.

Aku dan Perempuan Itu (Part.1)

Jatuh cinta itu biasa saja, begitu yang tertera di lirik ciptaan Efek Rumah Kaca. Berbicara tentang cinta, kita sewaktu-waktu akan dibumbung rasa percaya diri seolah-olah kitalah yang faham benar apa itu cinta dan jatuh cinta. Namun berbeda ketika berbagai persepsi mengaburkan arti cinta yang diyakini, kita akan buru-buru menjadi seorang bocah yang tak mengerti apa-apa sembari menangis berteriak-teriak seperti bocah kehilangan induknya di tengah-tengah pasar malam.

Adalah Ironi

Aku, adalah keberanian menjadi aku dan membagi dengan mereka kemudian menjadi kita. Hidup, adalah sebuah fragmentasi yang terkadang hanya sebatas peragaan saja dalam berbuat demi seuatu dan tipis sekali dengan namanya tulus. Aku, adalah mahasiswa strata satu tingkat akhir yang sedang berusaha menjadi sarjana atas tuntutan nilai-nilai masyarakat dan tanggungjawab yang sebelumnya tak pernah diminta. Negara, adalah tempat dimana saling tikam dan pencarian citra menjadi hal utama dalam usahanya untuk berkuasa dan menguasa, sedangkan aku dalam negara adalah … [mengutip lagu Koil "kenyataan dalam dunia fantas" dan sebait tulisan Soe Hok Gie dalam "mimpi-mimpi terakhir seorang mahasiswa tua"] Aku tak butuh pengertianmu. Aku bukan bagian dari sejarah yang kau tulis Kau bingkiskan untuk anak dan cucumu Aku tak butuh penjelasanmu. Aku bukan bagian dari kebanggaan Yang membuat kita tak berpenghasilan Nasionalisme adalah tempat ting...