Postingan

Merayakan dengan Tidur

Saya sekedar mencari alasan untuk tidak percaya pada kejujuran yang tak terlihat, nilai-nilai ciptaan asumsi khalayak, bentuk-bentuk ideal, tentang rasionalitas dan kebenaran. Saya adalah orang yang sedang meringkuk dalam cengkeraman kegelisahan yang buas, dan kerasukan semangat keraguan yang menderu-deru, percayalah bahwa saya bukanlah sekedar pledoi-pledoi untuk atasi realita yang ada, saya hanya... 1 Syawwal, apapun tahunnya, menjadi tidak begitu penting dalam ingatan saya. Ya, Idul Fitri, Hari besar dimana pada hari itu puasa menjadi haram dilakukan, entah alasannya apa yang jelas itu perihal dogma dan saya malas membahas dan mempertanyakan hal itu. Kenapa kita tidak mulai dengan hal yang dekat dan sebenarnya kita menjalaninya.

Aku dan Perempuan Itu (Part.1)

Jatuh cinta itu biasa saja, begitu yang tertera di lirik ciptaan Efek Rumah Kaca. Berbicara tentang cinta, kita sewaktu-waktu akan dibumbung rasa percaya diri seolah-olah kitalah yang faham benar apa itu cinta dan jatuh cinta. Namun berbeda ketika berbagai persepsi mengaburkan arti cinta yang diyakini, kita akan buru-buru menjadi seorang bocah yang tak mengerti apa-apa sembari menangis berteriak-teriak seperti bocah kehilangan induknya di tengah-tengah pasar malam.

Adalah Ironi

Aku, adalah keberanian menjadi aku dan membagi dengan mereka kemudian menjadi kita. Hidup, adalah sebuah fragmentasi yang terkadang hanya sebatas peragaan saja dalam berbuat demi seuatu dan tipis sekali dengan namanya tulus. Aku, adalah mahasiswa strata satu tingkat akhir yang sedang berusaha menjadi sarjana atas tuntutan nilai-nilai masyarakat dan tanggungjawab yang sebelumnya tak pernah diminta. Negara, adalah tempat dimana saling tikam dan pencarian citra menjadi hal utama dalam usahanya untuk berkuasa dan menguasa, sedangkan aku dalam negara adalah … [mengutip lagu Koil "kenyataan dalam dunia fantas" dan sebait tulisan Soe Hok Gie dalam "mimpi-mimpi terakhir seorang mahasiswa tua"] Aku tak butuh pengertianmu. Aku bukan bagian dari sejarah yang kau tulis Kau bingkiskan untuk anak dan cucumu Aku tak butuh penjelasanmu. Aku bukan bagian dari kebanggaan Yang membuat kita tak berpenghasilan Nasionalisme adalah tempat ting...

Lelaki Bergetir (Part.1)

Vincent, begitulah candaan yang saya buat ketika bertemu dengan orang baru yang belum saling kenal, berharap memang agar sedikit tampan seperti artis entah hollywood ataupun indo, yang jelas nama itu diambil dari eks pemain band 80-an. Penasaran dengan nama asliku? Ahh.. bagi saya, nama hanya sebatas identitas penuh ego, mungkin ada yang berpendapat nama adalah do'a, memang benar. orang tua kita berharap anaknya menjadi orang baik sesuai dengan namanya. Nama itu sendiri terkadang mengutip ayat-ayat Tuhan atau mengutip nama-nama orang besar seperti nabi. Tetapi juga ada sebagian orang mengabaikan sebuah nama, apalah arti sebuah nama, itu sangkalan mereka. Saya percaya akan keduanya, alasan pertama dengan argumen pertama dikarenakan, orang tua memberi nama yang sangatlah amat bagus padaku, tidak hanya menggunakan nama nabi, tetapi masih ada dua kata selanjutnya yang diambil dari bahasa legitimasi agama, yaitu arab. Jujur, saya bingung. Mengapa banyak sekali orang-orang yan...

Buku, Pesta dan Cinta : mengenang kembali Soe Hok Gie

Gambar
Bung, Saya terhanyut. Nurmala Kartini Pandjaitan atau Kartini Sjahrir atau Ker begitu piawai mendedahkan kisah kalian. Pada 1968, perkenalan itu terjadi. Ker masuk sebagai mahasiswa baru Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Antropologi, sementara dirimu adalah “mahasiswa tua” jurusan Sejarah di fakultas yang sama. Orde Lama telah runtuh, Orde Baru tengah menata diri. Ker mengaku, saat itu, ia merasa terbebaskan diri dari kekangan aturan-aturan kaku sekolah katolik di Santa Ursula. Di kampus, ia bertemu dirimu, Soe Hok-gie, yang segera mengajak menjelajahi kehidupan mahasiswa yang begitu dinamis. Pernahkah dulu ia menyatakan hal ini? Empat puluh tahun setelah kematianmu, Ker menuliskannya dalam  Soe Hok-gie…Sekali Lagi . Ya, ini sebuah kitab yang diterbitkan untuk memperingati lima windu kepergianmu. Sejumlah orang ikut menyumbang tulisan. Termasuk, aktor Nicholas Saputra dan sineas Riri Riza. Dua sosok ini belum lahir saat dirimu meregang nyawa di puncak Gunun...

Raffles dan History of Java

Jawa yang mempesona nan menggairahkan itu, bagi jiwa yang penuh warna dan semangat belajar yang tinggi, seperti Thomas Stamford Raffles, adalah ladang kehidupan dan ladang ilmu. Sungguh ia telah tertambat hatinya dengan apa yang tersaji di tanah yang kaya akan silang budaya itu. Pantaslah, ia bersedih tatkala masa baktinya sebagai Letnan Gubernur di Jawa berakhir dan mesti meninggalkan pulau penuh “kejutan” itu. Kala sendu itu terjadi pada Maret 1816—empat setengah tahun sejak kedatangannya pada September 1811. Tak hanya soal sejarah, bahasa, sosial-politik, kesenian, dan religi yang ditelusurinya, aneka tetumbuhan (botani) dan hewani (zoologi) pun ia jejaki, bahkan koleksi. Demi memperlancar studi-studinya itu, Raffles sampai membentuk staf asisten penelitian yang ditugaskan melaporkan hasil survey dan apa-apa saja yang ditemukan selama meneliti Jawa.

menangkap makna sinis yang menghardik [KOIL]

Koil sebagaimana kita kenal adalah sebuah band industrial rock yang sudah cukup lama me-lalangbuana di industri musik tanah air dari dekade 90an sampai sekarang, dari mulai ketika jamannya mereka masih di bawah tanah sampai pada akhirnya menembus mainstreme. Diantara sekian banyak kehebatan band ini. Ada satu yang menjadi senjata andalan atau menjadi ciri khas koil. Koil selalu bisa membuat lirik lagu yang mempropaganda, memprovokasi, dan seperti mensabdakan sesuatu (kalaupun harus dibilang seperti itu). Lirik lagunya sendiri kebanyakan bertema gelap, dari sudut pandang yang sedikit skpetis, sinis, namun realistis yang menggambarkan sisi dari hidup yang ternyata tidak seindah dalam dongeng.